Portal Nusa Bhayangkara sedang diperbarui. Harap refresh halaman jika terjadi error.

Selasa , 8 September 2026
Home News Siswi SMAN 1 Matangkuli Tembus Program AFS Global Future Leader 2026
News

Siswi SMAN 1 Matangkuli Tembus Program AFS Global Future Leader 2026

Share
Share

ACEH UTARA — Siswi kelas XII SMA Negeri 1 Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Cut Fauzanella, berhasil mengharumkan nama sekolah dan daerah setelah dinyatakan lulus seleksi program bergengsi AFS Global Future Leader’s Network 2026 Batch 3.

Melalui seleksi ketat, Cut Fauzanella terpilih menjadi perwakilan sekolah untuk mengikuti rangkaian kegiatan di Jakarta yang akan berlangsung pada 14 hingga 19 September 2026 mendatang.

Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli Zulfikar, S.Pd., M.Pd., Senin (3/8/2026), menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan anak didiknya menembus program bertaraf internasional tersebut.

“Alhamdulillah, siswi kami mewakili SMAN 1 Matangkuli. Capaian ini merupakan bukti komitmen dan semangat belajar yang luar biasa. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa-siswi kami untuk terus mengukir prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Zulfikar kepada NusaBhayangkara.com

Pihaknya berharap perjalanan program tersebut dapat membawa banyak ilmu, pengalaman, serta jaringan baru bagi Cut Fauzanella untuk melangkah lebih jauh di masa depan.

Cut Fauzanella sendiri dikenal sebagai siswi yang sarat prestasi selama ini. Beberapa bulan lalu, ia sukses meraih gelar Juara Inong Aceh Utara 2026 pada ajang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) kabupaten setempat.

Sebagai mana diketahui, program beasiswa penuh AFS Global Future Leader’s Network diselenggarakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya, selaku mitra resmi AFS Indonesia, yang berkolaborasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Selama enam hari di Jakarta, para siswa dari berbagai daerah di Indonesia akan mengikuti rangkaian lokakarya (workshop), pembelajaran lintas budaya, kunjungan lapangan (site visit), dan penyusunan tugas akhir berupa proyek akhir (capstone project).

Materi yang diberikan difokuskan pada pembekalan kompetensi global, wawasan industri hulu migas, keberlanjutan lingkungan (sustainability), serta tata kelola pengelolaan limbah.

Lebih lanjut, program ini merupakan bagian terintegrasi dari AFS Global STEM Academies yang terdiri dari dua fase. Pada fase pertama, seluruh siswa akan memulai dengan kurikulum digital secara daring selama 12 minggu.

Materi daring tersebut dikembangkan secara khusus oleh AFS bekerja sama dengan University of Pennsylvania, yang melibatkan konten kompetensi global, dampak sosial, serta lokakarya yang berfokus pada keberlanjutan.

Di akhir sesi virtual, siswa dituntut untuk mempresentasikan proyek dampak sosial yang menawarkan solusi potensial untuk tantangan dunia nyata, dengan penekanan utama pada perubahan iklim dan transisi energi.

Selanjutnya pada fase kedua, para siswa berkesempatan melakukan perjalanan selama empat minggu ke salah satu dari lima negara tujuan Akademi AFS, yakni Brasil, Tiongkok, India, Inggris dan Belgia, atau Amerika Serikat.[] (Jamal Lsmw)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *