Portal Nusa Bhayangkara sedang diperbarui. Harap refresh halaman jika terjadi error.

Selasa , 8 September 2026
Home News Pintu Intake Bendung Jambo Aye Ditutup Sementara untuk Pembersihan Sedimen
News

Pintu Intake Bendung Jambo Aye Ditutup Sementara untuk Pembersihan Sedimen

Share
Share

ACEH UTARA — Unit Pengelolaan Irigasi (UPI) Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye-Langkahan bersama perwakilan petani menyepakati penutupan sementara pintu intake bendung hingga 31 Agustus 2026. Langkah ini diambil guna mendukung percepatan pembersihan debris dan pengerukan sedimen pada area upstream serta kantong lumpur.

Ketua UPI DI Jambo Aye-Langkahan Ir. Setia Budi, ST., MT., menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi dan sosialisasi yang melibatkan para Keujruen Blang dari kawasan aliran irigasi setempat pada Sabtu (22/8).

“Pintu intake bendung disepakati ditutup sementara sampai 31 Agustus 2026 agar pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin,” ujar Setia Budi di Aceh Utara, Senin (24/8).

Ia menjelaskan, pengerjaan pembersihan debris dan pengerukan material lumpur di area bendung serta kantong lumpur telah dilakukan lebih dari enam kali. Kendati demikian, pembersihan susulan tetap harus dijalankan akibat kondisi hulu Sungai Jambo Aye-Arakundo yang mengalami kerusakan. Kerusakan hulu tersebut memicu gelombang sedimen dan debris baru setiap kali hujan deras turun.

Menurutnya, penumpukan material yang terus berulang berpotensi menyumbat dan mengurangi kapasitas aliran air ke jaringan irigasi. Jika tidak segera ditangani, pasokan air dipastikan tidak akan mampu meluas hingga ke titik ujung jaringan.

Pekerjaan yang saat ini berlangsung merupakan penanganan lanjutan atas sisa volume kegiatan yang sebelumnya dikerjakan oleh penyedia jasa PT Nindya Karya. Penutupan pintu intake dinilai krusial agar pengerjaan di lapangan berjalan optimal serta mencegah endapan lumpur kembali masuk ke saluran irigasi.

Menanggapi kebutuhan pasokan air warga akibat pola tanam yang tidak serentak, pihak UPI menyiapkan skema penanganan darurat di lapangan.

“Bagi wilayah yang membutuhkan pasokan air dan masih memiliki cadangan di saluran buangan sekitar, kami menyiagakan fasilitas pompa air gratis tanpa membebankan biaya sewa kepada petani,” kata Setia Budi.

Selain pembersihan bendung, petugas juga tengah melanjutkan pekerjaan penimbunan tanggul serta pengerukan sedimen di ruas BMS-BMK. Langkah ekstra ini dijalankan guna mengakomodasi aspirasi masyarakat pemanfaat air pada pertemuan sebelumnya.

Setia Budi mengimbau Petugas Pengamat Pengairan (PPA) untuk meningkatkan intensitas pengawasan di sepanjang jalur irigasi dan melaporkan setiap kendala operasional. Pihaknya berkomitmen menyelesaikan pekerjaan lebih cepat agar distribusi air ke sawah-sawah warga dapat segera pulih.[] (Jamaluddin Idris)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *