Portal Nusa Bhayangkara sedang diperbarui. Harap refresh halaman jika terjadi error.

Selasa , 8 September 2026
Home News SMAN 3 Putra Bangsa Lhoksukon Gelar IHT Tingkatkan Kompetensi Guru Hadapi TKA 2026
News

SMAN 3 Putra Bangsa Lhoksukon Gelar IHT Tingkatkan Kompetensi Guru Hadapi TKA 2026

Share
Share

LHOKSUKON — SMA Negeri 3 Putra Bangsa Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) guna memperkuat kompetensi para guru dalam memahami literasi dan numerasi sebagai persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.

Kepala SMAN 3 Putra Bangsa Lhoksukon Rika Syufrina, S.Pd di sekolahnya, Rabu, mengatakan pelatihan tersebut diikuti oleh sekitar 40 tenaga pendidik. Tujuannya adalah memperkokoh pemahaman guru terkait konsep, kebijakan, hingga teknis penyusunan instrumen soal yang selaras dengan standar TKA.

“Setiap bentuk soal memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, guru dituntut memahami teknik penyusunannya agar instrumen penilaian yang dihasilkan mampu mengukur capaian kompetensi siswa secara objektif, valid, dan sesuai dengan target asesmen,” ujar Rika.

Ia menjelaskan bahwa TKA merupakan asesmen terstandar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dirancang khusus untuk mengukur capaian akademik peserta didik pada mata pelajaran tertentu.

Melalui IHT yang berlangsung pada Selasa (14/7) ini, pihak sekolah menghadirkan akademisi Jhon Abdi sebagai narasumber. Dalam paparannya, Jhon mengupas tuntas mengenai arah kebijakan TKA, perancangan kisi-kisi, teknik pembuatan soal, hingga strategi pembelajaran yang efektif untuk kesiapan siswa.

Di antara materi pokok yang dibahas meliputi penyusunan kisi-kisi dan jenis soal TKA, seperti pilihan ganda, pilihan ganda kategori, hingga pilihan ganda kompleks atau multiple choice multiple answer (MCMA).

Rika optimistis pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam mendongkrak profesionalisme tenaga pendidik sekaligus mematangkan kesiapan siswa sebelum menghadapi ujian.

“Kami berharap IHT ini dapat meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun perangkat pembelajaran serta instrumen evaluasi yang bermutu, sehingga anak-anak didik kita jauh lebih siap menghadapi Tes Kemampuan Akademik,” tambahnya.

Pada akhir sesi pelatihan, para peserta juga melakukan simulasi pembuatan soal berbasis TKA serta mengevaluasi sampel soal demi memastikan instrumen yang dibuat telah menekankan aspek kemampuan bernalar, berpikir kritis, dan pemecahan masalah bagi siswa. (Basic-News)

Jurnalis: Jamaluddin Idris – Lhokseumawe

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *