Portal Nusa Bhayangkara sedang diperbarui. Harap refresh halaman jika terjadi error.

Kamis , 5 November 2026
Home News Zubir HT Minta Aparat Kedepankan Pendekatan Persuasif Pasca-Insiden di Tiro Pidie
News

Zubir HT Minta Aparat Kedepankan Pendekatan Persuasif Pasca-Insiden di Tiro Pidie

Share
Share

ACEH UTARA – Politisi Aceh Zubir.HT menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa penembakan di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Rabu (4/11), yang menyebabkan satu warga meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Ia menegaskan agar aparat keamanan senantiasa mengedepankan pendekatan persuasif serta menghindari jatuhnya korban jiwa di kalangan masyarakat.

“Negara memiliki kewajiban melindungi rakyatnya. Aparat keamanan harus hadir memberikan rasa aman, bukan justru menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Setiap persoalan yang muncul harus diselesaikan melalui komunikasi, dialog, dan pendekatan persuasif,” ujar Zubir.HT dalam keterangannya yang diterima di Aceh Utara, Kamis (5/11/2026).

Ia menekankan bahwa penggunaan senjata api oleh aparat tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan wajib tunduk pada ketentuan hukum, standar operasional prosedur (SOP), serta prinsip proporsionalitas. Menurutnya, dinamika sosial di tengah masyarakat tidak boleh berujung pada hilangnya nyawa manusia.

Terkait insiden tersebut, Zubir.HT mendesak pimpinan TNI dan Polri untuk melaksanakan investigasi secara menyeluruh, transparan, objektif, dan independen. Penyelidikan yang terbuka dinilai penting guna mengungkap kronologi kejadian serta memastikan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku, sekaligus meredam spekulasi di tengah publik.

“Jangan biarkan peristiwa ini menimbulkan spekulasi dan ketidakpercayaan masyarakat. Keterbukaan dalam proses penyelidikan sangat penting agar publik mendapatkan kepastian hukum dan keadilan bagi para korban,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga komitmen perdamaian Aceh yang telah diraih melalui perjalanan panjang. Segala persoalan, termasuk hal-hal terkait simbol dan regulasi, hendaknya diselesaikan melalui ruang dialog antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat dengan tetap menghormati kekhususan daerah.

“Jangan sampai kita kembali membuka luka lama. Aceh membutuhkan kedamaian, pembangunan, dan kepercayaan. Rakyat Aceh ingin hidup aman, dihormati, dan dilindungi oleh negara,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Zubir.HT mengimbau seluruh elemen masyarakat di Aceh agar tetap tenang, menahan diri dari tindakan provokatif, serta menyerahkan penanganan kasus ini kepada mekanisme hukum yang berkeadilan.

“Aparat harus persuasif, negara harus humanis, dan hukum harus berlaku adil. Jangan ada lagi darah rakyat Aceh yang tertumpah. Perdamaian Aceh adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *