ACEH UTARA — Stand Pameran Kecamatan Nisam Antara menyedot perhatian pengunjung pada ajang pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangka memperingati Milad Ke-800 Aceh Utara (Samudera Pasai) yang digelar di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Landeng, Lhoksukon.
Pantauan di lokasi, stan tersebut memamerkan beragam produk unggulan lokal khas daerah, mulai dari komoditas olahan pangan hingga kerajinan tangan tradisional yang berhasil menggaet antusiasme warga.
Beberapa produk olahan komoditas unggulan yang ditawarkan antara lain kopi natural seharga Rp60.000 per kemasan, seduhan jahe hangat seharga Rp5.000 per porsi, sirup pala seharga Rp20.000 per botol, serta dodol pala seharga Rp15.000 per bungkus.
Camat Nisam Antara, Jatanizar, mengatakan bahwa untuk produk unggulan masih ada seperti madu hutan asli dan madu linot dari Gampong Darussalam, Kecamatan Nisam Antara. Produk tersebut juga bisa dipesan langsung melalui penjaga stand, yaitu Bang Jol Uno. Selain itu, komoditas buah jengkol dari Gampong Blang Jrat selalu habis terjual setiap harinya.
Selain produk olahan pangan dan hasil alam, stand ini juga menghadirkan produk kriya dan busana khas daerah, seperti kain songket bermotif pucok reubong yang dijual seharga Rp300.000 serta mukena hasil kerajinan tangan warga seharga Rp500.000.
Salah seorang pengelola stand Nisam Antara, Filayati, mengatakan bahwa keikutsertaan mereka dalam pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif masyarakat kecamatan setempat kepada khalayak yang lebih luas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Nisam Antara memiliki banyak produk berkualitas, baik dari hasil olahan rempah dan kopi maupun kerajinan tangan. Respons pengunjung sejauh ini sangat baik dan beberapa produk bahkan mulai habis dipesan,” ujar Filayati di Lhoksukon.
Sementara itu, salah satu pengunjung pameran, Wardiah, mengapresiasi keikutsertaan para perajin dan pelaku UMKM lokal dalam menyemarakkan peringatan hari jadi Aceh Utara tersebut. Menurutnya, ajang pameran di halaman kantor bupati ini memudahkan masyarakat untuk mendapatkan produk-produk khas daerah secara langsung.
“Produk yang dijual sangat beragam dan harganya terjangkau, seperti olahan pala dan kopi naturalnya. Kegiatan ini menjadi ajang yang baik untuk mendukung produk-produk lokal buatan masyarakat kita sendiri,” kata Wardiah.
Pameran UMKM dalam rangka peringatan 8 abad Aceh Utara ini berlangsung semarak dan dipadati masyarakat dari berbagai wilayah kabupaten setempat yang ingin menyaksikan langsung ragam potensi serta produk unggulan dari tiap kecamatan.[]
Leave a comment