Categories: News

Wabup Tarmizi Panyang Bersama Muspika dan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Krueng Mane – Sawang

ACEH UTARA- Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang bersama Muspika Kecamatan Sawang kembali memperbaiki akses jalan rusak berlumpur akibat genangan air hujan penghubung Krueng Mane – Sawang yang tembus ke Kabupaten Bireuen.

Pekerjaan perbaikan akses jalan tersebut dikerjakan secara swadaya dengan bergotong royong bersama warga setempat secara patungan.

Untuk bahan material seperti batu pasir yang digunakan, didapat bantuan dari sejumlah perusahaan material lokal yang beroperasi di Sawang secara patungan dan diangkut ke lokasi untuk kebutuhannya.

Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang menyampaikan apresiasi dan penjelasan terkait penanganan jalan rusak penghubung Krueng Mane – Sawang pasca banjir 26 November 2025 lalu. Di Kecamatan Sawang ada 4 titik lokasi yang mengalami kerusakan, namun titik yang paling parah berada di Desa Paya Rabo Kecamatan Sawang, Sabtu (31/10/2026).

Lanjut Tarmizi, sambil menunggu terealisasinya anggaran dari Pemerintah Provinsi Aceh, pihaknya bersama masyarakat dibantu perusahaan lokal terus bergotong royong melakukan perbaikan untuk kelancaran masyarakat yang melintas.

“Terima kasih, pertama hari ini atas nama Muspika, tokoh masyarakat, Geuchik, dan warga Sawang. Saya hadir di sini selain sebagai Wakil Bupati, juga sebagai warga Sawang. Hari ini kegiatan kesekian kalinya kami bergerak melakukan perbaikan atau gotong royong bersama di Jalan Sawang yang sudah menjadi perhatian umum selama ini. Pascabencana ini sudah tiga kali lebih kami melakukan gotong royong bersama agar masyarakat dan semua pihak bisa melintas, karena selama ini sudah viral dan menjadi kendala serta persoalan bagi para ibu guru, tenaga kesehatan, dan aparatur kecamatan yang melintasi jalan ini,” jelasnya.

Tarmizi menjelaskan, untuk kegiatan gotong royong serta biaya suka rela dengan swadaya, karena tidak ada pos anggarannya.

“Kami berkoordinasi meminta bantuan material dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Sawang, alat berat kami minta, dan material dari pihak lainnya. Ini sudah yang ketiga kalinya pascabencana kami lakukan di sepanjang Jalan Sawang – Krueng Mane, karena memang kondisi jalannya sudah hancur dan menjadi kubangan, seperti yang dilihat setiap hari di media sosial. Perlu saya uraikan dari awal supaya semua pihak dan masyarakat tahu,” ujarnya.

Wabup Tarmizi juga mengapresiasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi karena Jalan Sawang – Krueng Mane sudah menjadi status jalan provinsi.

“Terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Untuk tahun 2026 ini, Jalan Sawang ini sudah menjadi status jalan provinsi dengan judul penanganan sepanjang 28 kilometer. Pemerintah Aceh, Bapak Gubernur dan juga Ketua DPRA, karena sudah ada anggarannya. Informasi yang kami terima, tahun ini sudah dialokasikan anggaran TKD sebesar Rp21 miliar yang sudah dikerjakan sepanjang 3 kilometer, dan statusnya sudah jalan provinsi,” pintanya.

Ia berharap pembangunan jalan tersebut segera terealisasi di lapangan.

“Kami berharap pembangunan ini jangan terputus, harus terus tersambung dan dilanjutkan sampai tuntas. Kami juga berharap usulan melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) bisa masuk, agar penanganan Jalan Sawang bisa klir,” harapnya.

Kondisi pascabencana banjir, akses jalan terdampak kerusakan dari total 28 kilometer, 50 persen terkena bencana dan yang paling parah ada di Desa Riseh, Blang Gunci, Krueng Baro, dan beberapa desa lainnya. Termasuk di kawasan Cot Kawat yang lumpurnya sangat dalam sehingga sempat membuat transportasi tersendat.

“Saya berharap kepada masyarakat pada umumnya agar memahami bahwa jalan ini memang sudah menjadi kewenangan provinsi. Dan untuk penanganan darurat selama ini, kami dari Pemerintah Aceh Utara bersama Muspika, para Geuchik, dan forum pemuda Sawang sudah turun langsung di setiap titik kerusakan, dengan meminta bantuan dari perusahaan-perusahaan yang bekerja di sekitar. Ini adalah bencana yang sangat luar biasa kemarin, dan pelajaran yang paling utama adalah akses jalan Sawang sepanjang 28 kilometer ini harus segera tertangani secara permanen,” pungkasnya.

Wabup menambahkan, sinergi antara pemerintah gampong, kecamatan, kabupaten, dan provinsi serta dukungan perusahaan sekitar sangat dibutuhkan untuk menjaga aksesibilitas warga tetap terbuka sambil menunggu realisasi anggaran lanjutan dari provinsi dan pusat.

Redaksi

Recent Posts

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Polsek Simpang Keramat Intensifkan Patroli dan Sosialisasi kepada Masyarakat

Aceh Utara– Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), personel Polsek Simpang Keramat…

5 jam ago

Lancarkan Arus Lalu Lintas Pagi, Personel Polsek Samudera Laksanakan Strong Point

Aceh Utara– Dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat serta menciptakan kelancaran arus lalu lintas…

6 jam ago

Cegah Gangguan Kamtibmas, Sat Samapta Polres Lhokseumawe Intensifkan Patroli Perintis di Wilayah Kota Lhokseumawe

Lhokseumawe – Dalam upaya mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas), personel Satuan Samapta…

6 jam ago

Kalapas Lhoksukon perkuat sinergi keamanan bersama Kabag Ops Polres Aceh Utara

LHOKSUKON — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin, menerima kunjungan kerja sekaligus silaturahmi…

7 jam ago

Pamapta Polres Lhokseumawe Intensifkan Patroli Terpadu Guna Wujudkan Situasi Kamtibmas yang Kondusif

Lhokseumawe – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Pamapta Polres Lhokseumawe terus…

7 jam ago

Sat Polairud Polres Lhokseumawe Jaga Kamtibmas Melalui Patroli Dialogis di PPI

Lhokseumawe – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Satuan Polisi Perairan dan…

8 jam ago