Categories: News

Siswa SMKN 1 Baktiya Barat Kembali Aktif Beraktivitas Pascabanjir

LHOKSUKON – Pascabencana banjir besar yang melumpuhkan aktivitas belajar pada akhir tahun lalu, puluhan siswa SMKN 1 Baktiya Barat di Kabupaten Aceh Utara kini kembali produktif berkarya. Proses pembelajaran praktik di sekolah kejuruan ini mulai berdenyut kembali seiring berlangsungnya rehabilitasi ruang kelas.

Untuk membantu pemulihan pascabencana, SMKN 1 Baktiya Barat menerima bantuan revitalisasi sarana pendidikan senilai Rp4,8 miliar. Kepala SMKN 1 Baktiya Barat, Ahmad Sodiqin, S.ST., menyampaikan pada Jumat (7/8) bahwa proses pemulihan fisik telah menunjukkan kemajuan signifikan hingga mencapai 92 persen. Langkah percepatan terus dilakukan agar aktivitas belajar mengajar dapat pulih sepenuhnya.

Ahmad Sodiqin menambahkan, dari sejumlah fasilitas yang dibangun, delapan unit ruang kelas saat ini tengah dalam tahap penyelesaian intensif. Bahkan, tiga ruang di antaranya sudah mulai difungsikan untuk menunjang kegiatan pembelajaran siswa.

“Beberapa ruang belajar mulai ditempati agar para siswa bisa kembali beraktivitas dan bangkit setelah bencana,” ujar pihak sekolah.

Dana bantuan Rp4,8 miliar tersebut dialokasikan untuk pembangunan serta perbaikan sejumlah fasilitas vital sekolah, meliputi Ruang Kelas: 9 unit, Bengkel / Ruang Praktik Siswa (RPS): 3 unit, Aula: 1 unit, Kantor Administrasi: 1 unit, Musala: 1 unit, Fasilitas Sanitasi (Tempat Wudhu + MCK): 1 unit.

Dengan berlanjutnya pembangunan fisik ini, pihak sekolah optimistis proses pemulihan akan rampung dalam waktu dekat, sehingga seluruh fasilitas dapat digunakan secara optimal untuk mendukung karya-karya terbaik para siswa.

Pembangunan kembali sarana pendidikan di SMK Negeri 1 Baktiya Barat juga melibatkan warga sekitar. Melalui komite sekolah, pengerjaan program revitalisasi turut membuka lapangan kerja bagi pemuda setempat dan menyerap material bangunan dari warga lingkungan sekitar.

Saat ini, SMKN 1 Baktiya Barat memiliki lima program keahlian, yaitu Tata Busana, Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Teknik Pengelasan, Kriya Kayu dan Rotan, serta Animasi. Dari kelima jurusan tersebut, Teknik Pengelasan dan Tata Busana menjadi program keahlian dengan jumlah siswa paling mendominasi.

Ahmad Sodiqin menegaskan bahwa minat masyarakat terhadap sekolah vokasi ini tetap tinggi meski sempat terdampak bencana. Tahun ini, SMKN 1 Baktiya Barat meluluskan 47 siswa dan menerima 124 siswa baru, sehingga total siswa yang menempuh pendidikan di sekolah ini telah mencapai lebih dari 300 orang.()

Redaksi

Recent Posts

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Polsek Simpang Keramat Intensifkan Patroli dan Sosialisasi kepada Masyarakat

Aceh Utara– Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), personel Polsek Simpang Keramat…

17 jam ago

Lancarkan Arus Lalu Lintas Pagi, Personel Polsek Samudera Laksanakan Strong Point

Aceh Utara– Dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat serta menciptakan kelancaran arus lalu lintas…

17 jam ago

Cegah Gangguan Kamtibmas, Sat Samapta Polres Lhokseumawe Intensifkan Patroli Perintis di Wilayah Kota Lhokseumawe

Lhokseumawe – Dalam upaya mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas), personel Satuan Samapta…

17 jam ago

Kalapas Lhoksukon perkuat sinergi keamanan bersama Kabag Ops Polres Aceh Utara

LHOKSUKON — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin, menerima kunjungan kerja sekaligus silaturahmi…

19 jam ago

Pamapta Polres Lhokseumawe Intensifkan Patroli Terpadu Guna Wujudkan Situasi Kamtibmas yang Kondusif

Lhokseumawe – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Pamapta Polres Lhokseumawe terus…

19 jam ago

Sat Polairud Polres Lhokseumawe Jaga Kamtibmas Melalui Patroli Dialogis di PPI

Lhokseumawe – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Satuan Polisi Perairan dan…

19 jam ago