Categories: News

Kapolres Lhokseumawe Tekankan Akurasi Data R3P demi Hunian Layak Bagi Korban Banjir

Lhokseumawe — Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.H., M.S.M menegaskan pentingnya akurasi dan sinkronisasi data dalam pelaksanaan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Banjir (R3P) Kabupaten Aceh Utara. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Forkopimda terkait finalisasi R3P yang digelar di Aula Pendopo Bupati Aceh Utara, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Rabu (21/1/2026) pagi.

Rapat koordinasi yang dihadiri sekitar 60 peserta dari unsur Forkopimda, pemerintah daerah, BNPB, serta para camat se-Kabupaten Aceh Utara ini bertujuan menyepakati data awal R3P sebagai dasar perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.

Dalam sambutannya, AKBP Dr. Ahzan menyampaikan bahwa hingga saat ini jajaran Polri bersama unsur terkait terus melakukan monitoring dan pemutakhiran data di lapangan yang bersumber dari berbagai pihak.

“Data rumah rusak ringan, sedang, berat atau hilang kita sikapi secara objektif jika ada perbedaan Data, yang terpenting pendataan terus berjalan dan selalu diperbarui setiap hari,” ujar Kapolres.

Kapolres Lhokseumawe juga menjelaskan bahwa proses pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak banjir telah berjalan dengan progres yang bervariasi, mulai dari 25 hingga 30 persen. Ia optimistis target penyediaan hunian sementara sebelum bulan suci Ramadan dapat tercapai, khususnya di wilayah utara Aceh Utara.

“Sejak awal kita telah sepakat bahwa sebelum Ramadan, fungsi hunian sementara harus sudah terpenuhi. Dari hasil pemantauan, progres di lapangan cukup signifikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, AKBP Dr. Ahzan menekankan pentingnya perencanaan jangka menengah, di mana dalam kurun waktu sekitar enam bulan ke depan hunian sementara diharapkan dapat beralih menjadi hunian tetap. Ia berharap proses tersebut tidak terkendala persoalan pengadaan lahan.

“Kami berharap tidak ada hambatan terkait pembebasan lahan, karena pada umumnya bantuan dari pemerintah pusat maupun donatur hanya membangun fisik bangunan, sementara penyediaan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” tegasnya.

Rapat koordinasi tersebut diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Hasil Kajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) Kabupaten Aceh Utara sebagai dasar pengajuan dan pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi ke depan.

Redaksi Tribratanews

Recent Posts

Tim Voli Legend Polres Lhokseumawe Taklukkan Kota Juang Bireuen 3-1 dan Melaju ke Babak Berikutnya

Lhokseumawe – Tim Voli Legend Polres Lhokseumawe yang dikomandoi Wakapolres Lhokseumawe, Kompol Salmidin, sukses meraih…

3 hari ago

Patroli Perintis Presisi Polres Lhokseumawe Sasar Titik Rawan, Antisipasi Kenakalan Remaja dan Kriminalitas Malam Hari

Lhokseumawe – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, personel…

3 hari ago

Bagren Polres Lhokseumawe Laksanakan Supervisi di Tiga Polsek, Perkuat Tata Kelola Perencanaan dan Administrasi

Lhokseumawe – Dalam rangka meningkatkan kualitas perencanaan, penganggaran, serta tertib administrasi di tingkat kewilayahan, Bagian…

3 hari ago

Sidokkes Polres Lhokseumawe Gelar Cek Kesehatan Gratis, 53 Personel Ikuti Pemeriksaan Kesehatan

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh 53 personel dan merupakan bagian dari…

3 hari ago

Di Balik Ramainya Kota Pagi Hari, Ada Polwan Polantas yang Setia Menjaga Keselamatan

Lhokseumawe – Ketika sebagian besar masyarakat masih disibukkan dengan rutinitas pagi, mengantar anak ke sekolah,…

3 hari ago

Sambangi Titik Nongkrong Remaja, Polsek Nisam Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba dan Tawuran

Aceh Utara – Dalam upaya mencegah kenakalan remaja dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat…

4 hari ago