Polres

Polres Lhokseumawe Ungkap Kasus Prostitusi dan Pelecehan Sexsual

LHOKSEUMAWE- Polres Lokseumawe gelar Pers Confrence pengungkapan kasus prostitusi dan pelecehan sexsual, acara Press Confrence tersebut di pimpin langsung oleh Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, S.Ik di dampingi para pejabat utama Polres Lhokseumawe di Mapolres Lhokseumawe.” Selasa pagi (27/3/2018)

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, S.Ik dihadapan awak media menyebutkan, sebelumnya kami membuat tim gabungan untuk melaksanakan kegiatan operasi dalam rangka mendukung dan menegakkan syariat Islam yang ada di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat adanya prostitusi di wilayah hukum Polres Lhokseumawe, setelah itu kami bergerak dengan melakukan undercover atau penyamaran untuk mengungkap prostitusi tersebut.” Sebut Kapolres Lhokseumawe di dampingi Wakapolres Lhokseumawe Kompol Imam Asfali, S.Ik, Kompol Ahzan, S.Ik, SH, MSM dan Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha

Sambungnya, dalam hal ini ada dua TKP saat pengungkapan kasus tersebut, yang pertama kita dapatkan di sebuah rumah di kawasan Cunda Muara Dua dan ditemukan 3 orang PSK dan 1 orang Mucikari dan 2 orang penghubung.

“Untuk jumlah keseluruhan ada 9 orang yang ditangkap, mereka ada yang di tangkap dirumah dan diluar.”jelasnya

Tersangka yang ditangkap latar belakangnya rata-rata wiraswasta,  umur mereka diatas 25 sampai 30 tahun dan ada satu orang berprofesi sebagai IRT. Aktivitas meraka ada yang berjalan sudah 4 bulan dan ada yang 2 tahun dengan modus pakai media hp atau WA.

“Saat digebek mereka ada yang sedang berhubungan dan ada yang sedang menunggu pesanan, Kisaran tarifnya paling tinggi 500 ribu dan paling kecil 300 ribu.”terangnya

Barang bukti yang diamankan dalam kasus prostitusi diantaranya ada uang tunas 300 ribu,  1 buah kondom dan 7 unit HP.

Semetara untuk  masalah pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur, kejadiannya tanggal 25 Maret 2018 dan satu orang tersangka sudah kita tangkap dengan  TKP di kawasan Muara satu. Barang bukti yang disita dalam kasus pelecehan sexsual ada satu lembar baju dan celana dalam.

“Dalam kasus ini lexs spcialis akan kita kedepankan artinya hukum syariat islam di kedepankan dalam proses hukumnya.”pungkas Kapolres

Di Aceh Syariat Islam Sangat Kental,  Kami sangat mendukung sekali dalam menegakkan Syariat,  kami butuh dukungan masyarakat jangan sampai kota Lhokseumawe di Nodai oleh prostitusi seperti ini.”tutup AKBP Ari Lasta Irawan

(tribratanewslhokseumawe/RMD)

 

 

 

Redaksi

Recent Posts

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Polsek Simpang Keramat Intensifkan Patroli dan Sosialisasi kepada Masyarakat

Aceh Utara– Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), personel Polsek Simpang Keramat…

12 jam ago

Lancarkan Arus Lalu Lintas Pagi, Personel Polsek Samudera Laksanakan Strong Point

Aceh Utara– Dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat serta menciptakan kelancaran arus lalu lintas…

12 jam ago

Cegah Gangguan Kamtibmas, Sat Samapta Polres Lhokseumawe Intensifkan Patroli Perintis di Wilayah Kota Lhokseumawe

Lhokseumawe – Dalam upaya mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas), personel Satuan Samapta…

12 jam ago

Kalapas Lhoksukon perkuat sinergi keamanan bersama Kabag Ops Polres Aceh Utara

LHOKSUKON — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin, menerima kunjungan kerja sekaligus silaturahmi…

14 jam ago

Pamapta Polres Lhokseumawe Intensifkan Patroli Terpadu Guna Wujudkan Situasi Kamtibmas yang Kondusif

Lhokseumawe – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Pamapta Polres Lhokseumawe terus…

14 jam ago

Sat Polairud Polres Lhokseumawe Jaga Kamtibmas Melalui Patroli Dialogis di PPI

Lhokseumawe – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Satuan Polisi Perairan dan…

14 jam ago